Sebanyak 300 Peserta Ikuti Seminar Green Chemistry di Unpad
Written By Aditya Nusantara on Jumat, 21 November 2014 | 00.59
Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad bekerja sama dengan Indonesian Chemical Society menggelar “3rd International Seminar on Chemistry 2014″ di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang FIB Unpad Kampus Jatinangor, 20-21 November 2014.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr.rer.nat. Iwan Hastiawan, mengungkapkan, acara yang telah ketiga kalinya digelar ini merupakan wadah untuk berbagi ilmu pengetahuan kimia terbaru dengan para kimiawan dari berbagai negara serta berbagai wilayah di Indonesia.
“Yang banyak jadi masalah saat ini pengrusakan dunia sehingga (dalam seminar ini) kita ingin angkat green chemistry,” ujar Dr. Iwan saat ditemui di sela kegiatan, Kamis (20/11).
Konsep recycle/daur ulang menurut Dr. Iwan juga diterapkan pada bidang IImu Kimia. Hal ini didasarkan pada tingkat kemajuan pada bidang ilmu kimia yang ikut meningkat. Meskipun peningkatan kesejahteraan manusia terjadi, kerusakan lingkungan menjadi rawan terjadi.
Oleh karena itu, konsep green chemistry tersebut terepresentasikan dalam tema seminar, yaitu: “Innovations and Advances in Chemistry for the 21st Century Challenges”. Ada 8 invited speakers yang diundang dalam acara ini yang merupakan kimiawan dari negara Selandia Baru, Jepang, Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, dan Indonesia.
“Masing-masing invited speaker rata-rata juga berbicara mengenai penerapan konsep green chemistry pada setiap bidang,” jelas Dr. Iwan.
Acara ini juga diikuti oleh 300 partisipan dari mancanegara , 99 peserta oral presentation, dan 87 peserta poster presentation. Menurut Dr. Iwan, beberapa presentasi terbaik akan dipublikasikan ke dalam jurnal internasional. Selebihnya, paper akan dilakukan review menjadi proceeding seminar untuk diterbitkan 3 bulan berikutnya.
Acara yang mejadi bagian dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-57 Unpad ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. Menurutnya, acara ini dapat bertujuan meningkatkan kualitas institusi melalui penelitian bersama di bidang ilmu Kimia.
“Kita harapkan ini menjadi kesempatan baik untuk saling bertukar pengetahuan,” jelas Prof. Engkus.
sumber : UNPAD
Belum Ada Vaksinnya, Tenaga Kesehatan Harus Paham Hadapi Pasien Ebola
Dunia kini terfokus pada wabah Ebola. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB meningkatkan status penyebaran wabah Ebola menjadi waspada, menyusul banyaknya kasus kematian di beberapa wilayah penyebaran virus, seperti Guinea, Sierra Leone, Liberia, dan negara-negara di kawasan Afrika Barat.
Sampai saat ini, belum ada vaksin/obat khusus yang dapat menyembuhkan virus Ebola. Penanganan pasien di ruang isolasi rumah sakit sifatnya hanya memberikan supporting theraphy. “Tenaga kesehatan yang bertugas mesti memahami betul penanganan pasien akibat virus Ebola,” ujar Dr. Tiana Milanda, Msi., Apt, dosen Fakultas Farmasi Unpad Unpad saat menjadi pembicara dalam Diskusi “Unpad Merespons: Indonesia Waspada Ebola” di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Rabu (19/11).
Selain menghadirkan Dr. Tiana, diskusi ini juga menghadirkan Bachti Alisjahbana, dr., Sp.PD-KPTI, PhD., dosen Fakultas Kedokteran, dan Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., PhD., Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad, dengan dimoderatori oleh Gilang Yubiliana, drg., M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unpad.
“Standar operasional mesti dibakukan, seperti menggunakan baju khusus, masker, sarung tangan dan kacamata saat akan kontak dengan pasien, hingga penyegeraan penanganan pasien dan pelatihan mengurus jenazah Ebola,” ujar Dr. Tiana lagi.
Sementara Bachti Alisjahbana, PhD., mengatakan virus Ebola efektif melakukan penularan. Ia mampu bertahan dan mengeluarkan virus dalam jumlah yang sangat banyak. Virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung antara kulit terbuka dengan darah, kulit, dan cairan pasien. “Virus Ebola menyebabkan penyakit berat dengan tingkat fatalitas yang tinggi,” ujar Bachti, PhD.
Namun, penularan virus tidak akan terjadi jika orang yang terinfeksi virus belum memperlihatkan gejala penyakit Ebola, seperti demam tinggi, nyeri otot, lemas, muntah, nyeri abdomen, delirium, hingga gejala Hemorrhagic.
“Transmisi virus Ebola melalui batuk/bersin belum juga terbukti sehingga kita masih bisa kontak komunikasi dengan pasien dalam radius dekat selama tidak ada kontak langsung dengan pasien,” ujar Bachti, PhD.
Berkembang pesatnya penyebaran virus Ebola memiliki banyak penyebab. Kusman Ibrahim berpendapat, salah satu penyebab adalah kondisi sarana kesehatan yang terbatas. Selain itu, faktor budaya masyarakat pun disinyalir menjadi penyebab berkembangnya virus Ebola.
“Ada kepercayaan bahwa jika kata Ebola diucapkan, akan tambah menyebar. Mereka menuduh tenaga kesehatan menjadi penyebab berkembangnya Ebola karena sering digaungkan. Mereka pun lebih memilih berobat ke dukun daripada tenaga kesehatan. Ini yang parah,” papar Kusman.
sumber : laman UNPAD
Unpad Laksanakan TOT Persiapan Seleksi Mahasiswa Pascasarjana
Sebanyak 86 peserta mengikuti Training of Trainers (TOT) Teknik Wawancara dan Penilaian Proposal Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad untuk Program Doktor, Magister, Spesialis, dan Profesi. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Serba Guna, Gedung 1 Lantai 3, kampus Unpad Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (19/11).
“Pesertanya dari seluruh fakultas yang ada di Unpad, dari berbagai program studi,” ungkap Koordinator Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Dr. Ir. Denie Heriyadi, MS., saat ditemui di sela pelaksanaan acara.
Adapun tujuan dari digelarnya TOT ini adalah agar para peserta paham mengenai teknik wawancara dan penilaian proposal sehingga Unpad dapat menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan potensi belajar.
“Untuk wawancara kan tidak semua orang bisa secara tepat tahu teknik wawancara. Karena itu, mereka perlu dibekali dulu bagaimana cara melakukan wawancara,” jelas Dr. Denie.
Bertindak sebagai pemateri adalah Dr. Indun Lestari Setyono, Dra.,M.Si dari Fakultas Psikologi Unpad dan Dr. Danny Meirawan dari Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang memaparkan mengenai Teknik Wawancara dan Simulasi, serta Prof. Dr. Ir. Soeparna, M.S. dari Fakultas Peternakan Unpad yang memaparkan mengenai Teknik Penilaian Proposal dan Simulasi.
“Sehingga nanti yang kita wawancara ini kita ketahui kompetesinya untuk mereka bisa menyelesaikan studi, atau mengeluarkan bakat-bakat yang mereka miliki setelah masuk di Pascasarjana,” ujar Dr. Denie.
Dr. Denie mengungkapkan, para peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat dan dapat melakukan wawancara calon mahasiswa baru mulai akhir November nanti. Untuk calon mahasiswa baru Program Magister dan Doktor akan dilakukan pada 29 November 2014. Sementara untuk Profesi akan dilakukan awal 2015 mendatang.
“Dengan digelarnya TOT ini kita akan bisa melakukan seleksi secara terstandar dan bisa menjaring calon mahasiswa yang kompeten untuk bidangnya masing-masing,” harap Dr. Denie.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, MS dan dihadiri juga oleh Kepala Biro Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. H. Isis Ikhwansyah, SH.,MH., CN.
sumber : UNPAD
Mahasiswa FH Unpad Pertahankan Gelar Juara Debat Nasional
Tim delegasi Fakultas Hukum (FH) Universitas Padjadjaran berhasil mempertahankan juara I Lomba Debat Nasional di ajang Diponegoro Law Fair yang digelar oleh Kelompok Riset dan Debat FH Universitas Diponegoro, Semarang pada 13-15 November 2014 lalu.
Tahun ini merupakan kali kedua Diponegoro Law Fair diselenggarakan, tahun 2013 lalu tim FH Unpad juga meraih juara 1 lomba Debat Nasional Diponegoro Law Fair.
Diponegoro Law Fair memiliki tiga mata lomba, yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Legislative Drafting, dan Debat Nasional. Selain menjadi juara 1 Lomba Debat Nasional, tim FH Unpad juga berhasil mencapai final pada LKTI dan Legislative Drafting. Tim FH Unpad berhasil meraih peringkat 5 pada LKTI, dan meraih peringkat 4 pada Legislative Drafting.
Peserta debat nasional dikuti oleh 16 universitas, diantaranya Universitas Surabaya, Universitas Parahyangan, Universitas Indonesia, Universitas Soedirman, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pelita Harapan, Universitas Airlangga, dan UIN syarif hidayatullah.
Delegasi FH Unpad sendiri terdiri dari Irma Ambarini D (angkatan 2014), Jerina Novita (angkatan 2014), dan Pandu Dewanata (angkatan 2013). Tim delegasi FH Unpad berada dibawah naungan Padjadjaran Law Research and Debat Society (PLEADS FH Unpad).
sumber :UNPAD
Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unpad Gelar Pelatihan Menulis di Wikipedia
Written By Aditya Nusantara on Rabu, 02 April 2014 | 08.04
BERITA KAMPUS - Unpad melalui Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) bekerja sama dengan Wikimedia Indonesia menggelar pelatihan dan kompetisi menulis Wikipedia Indonesia “Bebaskan Pengetahuan 2014” di Laboratorium CMC Kampus Fikom Unpad Jatinangor, Senin (31/03) kemarin.
Hans Abdiel Harmakaputra, Direktur Proyek Kompetisi Menulis Bebaskan Pengetahuan 2014 mengungkapkan, latar belakang digelarnya kegiatan ini adalah masih banyak penulis di Wikipedia, khususnya di Indonesia, yang belum memenuhi kaidah penulis Wikipedia, yakni berupa artikel ensiklopedia.
“Di sini kita juga akan mengajarkan bagaimana menulis artikel sesuai dengan kaidah Wikipedia, yakni bersifat deskriptif, bukan perusatif ataupun naratif,” ujar Hans saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Pelatihan ini juga akan mengajarkan cara membuat catatan kaki untuk sebuah artikel. Selama ini, ada tulisan di laman Wikipedia Indonesia yang kurang kredibel karena sedikit mencantumkan catatan kaki. Hans mengungkapkan, di laman Wikipedia luar negeri, sebuah artikel banyak mencantumkan catatan kaki berupa referensi tulisan. Hal inilah yang rutin dikampanyekan oleh Wikipedia Indonesia sejak tahun 2010.
Aspek lain yang ingin ditekankan di dalam kegiatan ini adalah pelurusan informasi mengenai penyuntingan tulisan di laman Wikipedia. Selama ini artikel di laman yang secara resmi diluncurkan pada 2001 lalu ini dianggap sulit untuk disunting. Padahal, menurut Hans, artikel di Wikipedia sangat mudah disunting oleh semua orang.
“Memang ada kesulitan penyuntingan terutama oleh kalangan pemula, diantaranya kode-kode yang harus dimasukkan termasuk gaya menulisnya,” jelas Hans.
Oleh karena itu, Hans bersama timnya menyasar kalangan mahasiswa untuk menjadi pesreta dalam kegiatan ini. Tujuannya agar mahasiswa sebagai kalangan akademisi memahami dan mampu menulis artikel di laman Wikipedia.
“Kita harapkan banyak mahasiswa yang dapat berkontribusi menulis artikel dari perspektif akademisi di Wikipedia. Selain itu, mereka juga dapat mengajarkan kepada yang lain bagaimana cara menulis dan menyunting di laman Wikipedia,” tambahnya.
Adapun kompetisi yang digelar berupa penulisan artikel panjang yang terbagi ke dalam 3 putaran. Putaran pertama, peserta menulis artikel minimal 3 tulisan dan maksimal 13 artikel. Untuk putaran kedua, peserta kembali menulis artikel minimal 5 tulisan dan maksimal 15 tulisan dengan topik Kesejahteraan Rakyat. Sementara untuk putaran ketiga, pesreta dihadapkan pada kompetisi menulis minimal 30 artikel rintisan di Wikipedia.
Hans menjelaskan, kompetisi dan pelatihan menulis ini diikuti oleh 90 peserta dari 10 perguruan tinggi di Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta. “Harapannya, kita dapat melahirkan kontributor baru di Wikipedia. Selama ini pembaca Wikpedia Indonesia mencapai 130 juta, sementara untuk penulis maupun penyunting aktif itu hanya 50 orang saja,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unpad, Dr. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc., mendukung penuh kegiatan tersebut. “Sangat positif, terutama ini juga berkaitan dengan pengetahuan kemampuan mahasiswa di dalam menulis artikel,” ujarnya.
Sedangkan Wina Erwina, dra., M.A., Ketua Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fikom Unpad, mengatakan kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang Memorandum of Agreement (MoA) antara Fikom Unpad dengan Wikimedia. “Kerja sama lain yang akan kita lakukan adalah program magang mahasiswa Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unpad di Wikimedia,” ujar Wina.
