Bank BTPN Gelar Open Recruitment di Universitas Negeri Padang
Written By Aditya Nusantara on Rabu, 16 April 2014 | 20.33
BERITA KAMPUS - Bertempat di Ruang Serbaguna Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP), Bank BTPN kembali menggelar open recruitment di UNP. Kegiatan yang rutin dilaksanakan di UNP ini dihadiri berbagai alumni dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Padang bahkan luar UNP pada hari Selasa (8/4).
Kegiatan kerjasama dalam penerimaan pegawai ini telah sering dilaksanakan oleh Bank BTPN dengan Universitas Negeri Padang dalam merekrut calon karyawan yang akan bekerja di bank tersebut. Bank yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun melayani masyarakat Indonesia ini berkeinginan mencari fresh graduate yang akan bekerja di sekitar wilayah Sumatera.
Kegiatan rekrutmen terbuka ini dibeberkan berbagai hal terkait dengan penerimaan pegawai di Bank BTPN yang memiliki syarat wanita (maksimal 28 tahun), tamat SMU, D1, D2, D3, atau S1, mampu mengendarai sepeda motor, dan bersedia ditempatkan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Karyawan yang diterima nantinya akan memperoleh gaji tetap, THR, mess, kendaraan dinas, pengembangan karir, dan asuransi kesehatan.
sumber : http://unp.ac.id/news/bank-btpn-gelar-open-recruitment-di-universitas-negeri-padang
FBS UNP Luncurkan Novel Tujuh Cinta Si Anak Kampung dan Anugrah Bahasa dan Seni
Written By Aditya Nusantara on Kamis, 03 April 2014 | 21.00
BERITA KAMPUS - Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang menggelar kegiatan Peluncuran Novel “Tujuh Cinta Si Anak Kampung” karya Ermanto Tolantang, peresmian Penerbit FBS UNP Press 2014, dan Pengumuman dan Penyerahan Anugerah Bahasa dan Seni, pada hari Jumat (28/3). Acara ini berlangsung di Teater Tertutup FBS yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, beberapa dekan dari lingkungan UNP dan Universitas Bung Hatta, serta Kepala Taman Budaya Sumatera Barat.
Acara ini dihadiri oleh Pembantu Rektor IV UNP, Dr. Ardipal, M.Pd., yang mewakili Rektor UNP yang memberikan penghargaan dan apresiasi atas kegiatan yang diangkat oleh Fakultas Bahasa dan Seni. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bisa menjadi jembatan bagi UNP untuk lebih dikenal oleh masyarakat luar. Ia juga mengajak seluruh fakultas di lingkungan UNP untuk mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi di bidang ilmu yang dikembangkan di fakultas tersebut. Ia juga mendorong penghargaan tersebut juga diberikan kepada dosen seperti Prof. Dr. Harris Effendi Thahar.
Dalam kesempatan tersebut Pembantu Rektor IV UNP juga menyampaikan bahwa ia tengah mempersiapkan situs UNP yang dapat menyediakan data dosen dan karya dosen jadi bukan hanya NIP dan Pangkat ujarnya. Jadi para stakehoder nantinya dapat mengakses informasi tentang keahlian dan karya dosen. Siapa yang tahu kalau ukiran di Masjid Raya Sumatera Barat adalah karya Dosen Seni Rupa FBS UNP? ujarnya.
Sebelumnya, Dekan FBS, Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum. juga menyampaikan terimakasih atas kehadiran Rektor yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV. Dalam sambutannya ia menyampaikan tujuan dari kegiatan ini dan juga asal usul kegiatan anugrah bahasa dan seni ini. Beliau juga menyampaikan bahwa novel karya Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. ini merupakan terbitan perdana dari FBS UNP Press. Ini untuk menjawab minat dosen FBS UNP untuk menerbitkan buku ujarnya.
Terkait dengan peluncuran novel “Tujuh Cinta Si Anak Kampung” karya Ermanto Tolantang, Dr. Ardipal, M.Pd. mengapresiasi karya dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang disela-sela kesibukannya sebagai guru besar linguistik dan Pembantu Dekan I Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. masih menghasilkan karya tulis kreatif. Patut diteladani ujar Dr. Ardipal.
Novel ini dibahas oleh Prof. Dr. Hasanuddin WS, M.Hum., yang dibacakan oleh Zulfadhli,S.S.,M.A.. Ia mengatakan bahwa novel Ermanto ini menggunakan bahasa yang menarik. Hal ini terlihat dari kesederhaan penggunaan bahasanya yang rapi. Sedangkan kelemahan dari novel ini adalah kurangnya konflik yang dibangun ujarnya.
Prof. Dr. Zufrizal, M.Hum. selaku juri dalam Anugerah Bahasa dan Seni mengumuman mahasiswa yang mendapat penghargaan emas, perak, dan perunggu. Untuk Kategori Pemusik Penghargaan Emas diraih oleh Rama Doli Karni (Sendratasik), Penghargaan Perak oleh Rahmad Ade Putra (Seni Rupa), dan Penghargaan Perunggu oleh Hari Firmansyah (Seni Rupa). Untuk kategori menulis, Penghargaan Emas diraih oleh Osdi Hanri (Bahasa dan Sastra Indonesia), Penghargaan Perak oleh Nofrahadi (Bahasa dan Sastra Indonesia), dan Penghargaan Perunggu oleh Putri Oviolanda Erianto (Bahasa dan Sastra Indonesia). Sedangkan untuk kategori Keterampilan Berbahasa, Penghargaan Emas diraih oleh Agnesa Nofriana Chang bersama Widia Febrina (Bahasa dan Sastra Inggris), Penghargaan Perak oleh Desti Febria (Bahasa dan Sastra Inggris), dan Penghargaan Perunggu oleh Putri Oviolanda Erianto.
